Berita Industri

Kementan Siapkan 38.969 Unit Alsintan 2026: Pilih Mesin yang Sesuai Lahan

Puluhan ribu alat mesin pertanian disiapkan tahun ini. Tantangannya, memastikan mesin benar-benar terpakai dan sesuai kebutuhan petani.

28 September 2026 · Redaksi DASS

Kementan Siapkan 38.969 Unit Alsintan 2026: Pilih Mesin yang Sesuai Lahan

Mekanisasi pertanian terus menjadi andalan pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan. Pada 2026, Kementerian Pertanian menyiapkan 38.969 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) baru, mulai dari traktor roda empat, pompa air, rice transplanter, hingga 138 unit drone pertanian.

Namun, jumlah mesin yang banyak belum tentu langsung berdampak. Survei BPS tahun 2023 mencatat baru 46,84 persen dari 28,19 juta petani Indonesia yang memakai alat mesin pertanian modern atau teknologi digital dalam usaha taninya.

Mesin Harus Sesuai Lahan

Akademisi Universitas Andalas mengingatkan bahwa modernisasi alsintan perlu disesuaikan dengan luas lahan yang benar-benar dimiliki petani. Mayoritas petani Indonesia adalah petani kecil, sehingga mesin besar yang dirancang untuk lahan sangat luas belum tentu efektif.

Pemerintah daerah juga mengingatkan agar alsintan yang diterima benar-benar dipakai dan dirawat, bukan hanya menjadi pajangan.

Panduan Memilih Mesin untuk Padi

Tanam: Rice Transplanter

Rice transplanter mempercepat penanaman dan membuat jarak tanam lebih seragam. Zoomlion Seri G tersedia dalam versi 6 baris (G630 dan G830) dan 8 baris (G825), dengan 7 pilihan jarak tanam 100–240 mm dan kedalaman tanam 10–55 mm. Lihat detail Seri G.

Panen: Combine Harvester

Menurut Kementan, penggunaan combine harvester dapat menekan susut panen menjadi sekitar 3–5 persen, lebih rendah dibanding panen manual.

Untuk lahan kecil hingga menengah, Zoomlion ZL88 (88 HP, lebar potong 2,0 m) mencapai kapasitas lapangan hingga 0,66 ha/jam. Lihat detail ZL88.

Untuk lahan menengah hingga besar, ZL105 (105 HP, lebar potong hingga 2,4 m) mencapai kapasitas lapangan hingga 0,86 ha/jam. Keduanya diklaim mampu menekan kehilangan gabah hingga serendah 1,5%. Lihat detail ZL105.

Pascapanen: Mesin Pengering Gabah

Gabah yang terlambat dikeringkan, terutama saat panen di musim hujan, mudah turun mutunya. Kementan sendiri mendorong penggunaan dryer untuk meningkatkan rendemen giling dan mutu beras serta menurunkan kehilangan hasil.

Zoomlion menyediakan dryer batch sirkulasi mulai kapasitas 10–15 ton hingga 30 ton per batch, dengan sumber panas biomassa seperti sekam padi. Lihat detail dryer 10–15 ton.

Perhatikan Layanan Purna Jual

Pastikan suku cadang dan teknisi mudah dijangkau. Mesin yang berhenti di tengah musim tanam atau panen bisa menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar daripada biaya servisnya.

Kesimpulan

Mekanisasi akan berdampak nyata jika mesinnya sesuai skala lahan, dipakai secara rutin, dan dirawat dengan baik. Sebelum membeli atau mengajukan alsintan, hitung dulu luas lahan, pola tanam, dan kebutuhan di setiap tahap, dari tanam hingga pascapanen.


Bingung memilih mesin yang pas? Tim PT Diesel Agri Sukses Sejahtera siap membantu menghitung kebutuhan alsintan Zoomlion sesuai luas lahan Anda.

Butuh saran? Hubungi kami.

Sumber: Sinar Tani, ANTARA Sumbar, ANTARA Sumbar, Tempo, Undercover Channel, Swadaya Online.

← Kembali ke Berita & Artikel