Berita Industri

Musim Hujan Mundur dan Lebih Pendek, Kementan Percepat Tanam November 2026 – Maret 2027

Kementerian Pertanian menyiapkan percepatan luas tambah tanam pada November 2026 hingga Maret 2027. Langkah ini diambil karena BMKG memperkirakan awal musim hujan mundur di sebagian besar wilayah Indonesia, dengan durasi yang lebih pendek dari biasanya.

3 November 2026

Musim Hujan Mundur dan Lebih Pendek, Kementan Percepat Tanam November 2026 – Maret 2027

Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan percepatan luas tambah tanam (LTT) pada periode November 2026 hingga Maret 2027. Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa menyampaikan bahwa percepatan ini disusun dengan memperhatikan kondisi iklim, termasuk di Lampung dan Sumatera Selatan. Brigade pangan dan brigade milenial juga diajak ikut mendorong perluasan tanam.

Musim Hujan Datang Lebih Lambat

Langkah ini sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Awal musim hujan 2026/2027 diperkirakan mundur di 529 zona musim atau sekitar 61 persen wilayah Indonesia. Durasi musim hujan juga diproyeksikan lebih pendek dari normal di 482 zona musim.

Menurut BMKG, musim hujan datang bertahap: dimulai November 2026 di 185 zona musim, kemudian Desember 2026 di 266 zona musim.

Jendela Tanam Makin Sempit

Bagi petani, musim hujan yang datang terlambat dan berakhir lebih cepat berarti waktu untuk mengolah lahan, menanam, dan merawat tanaman menjadi lebih singkat. Keterlambatan tanam beberapa minggu saja bisa membuat tanaman kekurangan air di akhir musim.

Daerah pun mulai menyesuaikan target. Kabupaten Banjarnegara, misalnya, menargetkan tanam padi 1.025 hektare dan jagung 445 hektare pada November 2026, lalu naik menjadi 3.126 hektare padi dan 2.091 hektare jagung pada Desember 2026.

Mekanisasi Bantu Kejar Waktu

Dengan waktu yang terbatas, kecepatan kerja di lahan menjadi penentu. Olah tanah bisa dipercepat dengan traktor Zoomlion dan Rotary Tiller Panthera Agro. Penanaman padi bisa dikejar dengan rice transplanter Zoomlion yang mampu menanam 6 hingga 8 baris sekaligus, sementara perawatan tanaman dibantu drone pertanian.


Menyiapkan musim tanam yang lebih singkat? Lihat pilihan rice transplanter, traktor untuk sawah, atau hubungi tim DASS.

← Kembali ke Berita & Artikel